-->

Banjir Lagi?

Post a Comment

Sewaktu masih kecil, bagi saya yang namanya banjir adalah ketika air dari sungai sudah mulai masuk ke halaman rumah. Saat berangkat sekolah SD, tak perlu pakai sepatu, cukup sandal jepit saja. Nanti sepatu dan kaos kakinya basah. Saya juga tak perlu ke sungai untuk mengisi air di ember. Cukup ambil air di halaman sekolah yang tergenang banjir.

Saat MTs, kadang seru juga melintasi jalan yang tergenang sedikit air banjir. Kemampuan naik sepeda saya seakan sedang diuji. Untungnya tetap pake sendal, sehingga sepatu tak perlu basah.

Saat ini, air sedang pasang lagi. Halaman dan dapur di rumah lama kembali tergenang air. Apakah ini yang namanya banjir?

Entah kenapa rasa peka di hati saya sudah berkurang. Dulu, saat air sudah setinggi ini, biasanya mama sudah heboh menyelamatkan ayam dari kandangnya, membawa kayu bakar ke tempat yang lebih tinggi. Saat ini, perasaan saya biasa saja. Oh, air naik lagi, ngga nyampe rumah kan, cuma dapur saja.

Semenjak banjir bulan kemarin, level ketinggian air yang membuat cemas sudah berubah. Level air saat ini masuk kategori biasa saja. Tentu saja dalam hati saya tetap berdoa, semoga air tidak naik lagi.

Sayangnya, ternyata sampai siang ini air masih terus naik dan sudah memasuki rumah. Maka saya pun masih terus berdoa, semoga air tidak tambah naik dan segera turun.

Related Posts

Post a Comment