-->

Terlambat

Post a Comment

Terlambat adalah lawan dari tepat waktu. Oleh karenanya terlambat selalu identik dengan sesuatu yang buruk dan negatif. Keterlambatan bisa menimbulkan kerugian yang besar.

Siswa sekolah bisa mendapat hukuman dari guru karena terlambat masuk ke kelas.

Seorang mahasiswa bisa memperoleh nilai D karena terlampat mengumpulkan tugas kuliah.

Seorang penumpang bisa ketinggalan pesawat saat terlambat chek in.

Sebuah perjanjian bisnis, bisa dibatalkan hanya karena salah satu pihak terlambat menandatangani kesepakatan.

Bahkan, orang yang pacaran pun bisa putus karena sang pria terlambat melamar.

Meski tahu akibat buruk dari terlambat, kenyataannya masih banyak orang yang suka terlambat. Sampai-sampai muncul istilah jam karet. Mungkin dipilih kata karet karena karet suka melar. Seperti waktu yang melar karena keterlambatan.

Dalam banyak kasus, memang tidak ada efek langsung akibat keterlambatan ini. Cuma rasa kesal bagi orang yang menunggu lama. Saking terbiasanya, beberapa orang sengaja mengulur waktu karena memprediksi akan adanya keterlambatan.

Dari berbagai efek negatif akan keterlambatan, setidaknya ada satu peribahasi yang masih melihat sisi baik dari terlambat. Sehingga muncullah pernyataan,

"Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali."

Kata-kata ini pun akhirnya menjadi pembelaan bagi kaum yang suka terlambat. Padahal tentu saja, Tepat lebih baik dari pada terlambat.

Namun rupanya, ada terlambat yang benar-benar dinanti. Ada keterlambatan yang memberi harapan. Yaitu terlambat datang bulan bagi wanita yang mengharapkan kehamilan. 

Salah seorang teman pernah bertanya, "kamu ngga pernah coba tespek kehamilan?"

Gimana mau mencoba tespek. Tespek biasanya dilakukan jika sudah terlambat beberapa hari atau seminggu. Sedangkan bulannya selalu datang tepat waktu. Boro-boro terlambat, kadang datang lebih awal. Apa pula yang harus ditespek.

Kadang saya bertanya-tanya, kapan kira-kira dia akan terlambat?

Related Posts

Post a Comment