-->

Banjarmasin dan Banjarbaru, Ibukota Kalimantan Selatan

Post a Comment

Suku Banjar adalah suku terbesar di Kalimantan Selatan. Bahasa Banjar adalah bahasa daerahnya. Dalam sejarah, kerajaan Banjar adalah kerajaan yang cukup lama berdiri di Kalimantan Selatan bahkan ikut berjuang melawan penjajah Belanda.

Maka tidaklah mengherankan jika terdapat tiga kabupaten di Kalimantan Selatan yang mengandung kata Banjar, yaitu Kabupaten Banjar, Banjarmasin dan Banjarbaru.

Banjarmasin

Banjarmasin merupakan kota terbesar di Kalimantan Selatan. Banjarmasin pernah menjadi ibukota Kalimantan pada awal kemerdekaan, kemudian menjadi ibukota Kalimantan Selatan.

Banjarmasin merupakan kota seribu sungai. Salah satu sungai terbesar yang melewatinya adalah sungai Barito yang bermuara hingga ke Laut Jawa. Pada periode waktu tertentu air sungai di Banjarmasin juga ikut berasa asin. Inilah salah satu alasan dia dinamakan Banjarmasin. Dalam bahasa Banjar, masin berarti asin.

Di sungai Barito ini pula terletak pelabuhan Trisakti. Pelabuhan ini berada di tengah kota Banjarmasin yang tidak memiliki pantai. Namun luasnya sungai Barito memungkinkan adanya pelabuhan ini. Pelabuhan ini pula yang menjadi jalur perdagangan utama di masa lalu dan menjadi salah satu alasan perkembangan kota Banjarmasin.

Kabupaten Banjar

Kabupaten Banjar merupakan kabupaten dengan luas wilayah yang cukup besar. Beberapa diantaranya sampai daerah pegunungan yang akses jalannya masih susah. Ibukota Kabupaten Banjar adalah Martapura, dimana merupakan salah satu wilayah bekas kerajaan Banjar.

Keadaan Kabupaten Banjar yang luas dan pembangunannya yang kurang merata menyebabkan kabupaten ini sempat mengalami pemekaran wilayah. Kabupaten baru yang dulunya merupakan wilayah Kabupaten Banjar diantaranya adalah Aluh-Aluh dan Banjarbaru.

Banjarbaru

Banjarbaru merupakan kotamadya yang terletak diantara Kabupaten Banjar dan Banjarmasin. Letaknya yang strategis membuat kota ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Penamaannya sebagai Banjarbaru merupakan sebuah pilihan yang cocok.

Sebagai kota yang masih baru, penataan kota Banjarbaru cukuplah apik. Karena masih banyak wilayahnya yang kosong. Penataan ruang kota bisa menjadi lebih teratur. Saya pribadi senang jalan-jalan di kota ini.

Beberapa tahun terakhir perkantoran provinsi mulai dibangun di Banjarbaru. Kantor Gubernur sudah beberapa tahun beroperasi di kota Banjarbaru. Banjarbaru murupakan kota kedua setelah Banjarmasin.

Ibukota Kalsel

Bulan Februari 2022 Banjarbaru ditetapkan sebagai ibukota provinsi Kalimantan Selatan menggantikan Banjarmasin. Sebagai warga Kalsel saya sendiri baru mengetahuinya setelah beberapa hari. Meski begitu, informasi ini tidak membuat saya kaget. Mungkin karena saya sudah terbiasa dengan kantor Gubernur dan pemerintahan lainnya yang berada di Banjarbaru.

Secara umum, untuk fasilitas sarana dan prasarana, Banjarbaru tidaklah kalah dengan Banjarmasin. Untuk fasilitas tempat umum seperti mal misalnya, ada Q-Mall di Banjarbaru setelah Duta Mall di Banjarmasin. Ada Cinepolis dai Banjarbaru setelah XXI di Banjarmasin. Fasilitas hotel juga ada beberapa di Banjarbaru, misalnya Q Dafam Syariah dan Novotel.

Adapun bagi orang yang ingin berkunjung ke Kalimantan Selatan, Banjarbaru mudah dijangkau dari Bandara Syamsuddin Noor. Jika ke Banjarmasin harus belok kanan, maka ke Banjarbaru cukup belok kiri. Bahkan tahukan kamu, Bandara Syamsuddin Noor sebenarnya berada di Banjarbaru bukan di Banjarmasin. Sebagaimana bandara Soekarno Hatta yang sebenarnya berada di Cengkareng Banten, bukan Jakarta.

Sebagai warga banua, tak perlulah saya membandingkan kota Banjarmasin dan Banjarbaru, mana yang lebih baik. Menurut saya sama baiknya. Adapun keputusan pemerintah untuk memindahkan ibukota provinsi tentu sudah melalui pertimbangan, cukup kita ikuti saja. Nah, berhubung saya tinggal di Kabupaten Banjar, tentu saja Banjarbaru lebih dekat dari pada Banjarmasin.

Related Posts

Post a Comment